Bupati Bandung Barat Ingatkan ASN: Jabatan Bukan Simbol Kehormatan, tapi Amanah




JIB NEWS|BANDUNG BARAT,-- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melantik dan mengambil sumpah/janji 118 aparatur sipil negara (ASN) serta menyerahkan surat keputusan penugasan kepada 112 guru sebagai kepala sekolah. Pelantikan digelar di Ballroom Balai Gempungan Lantai 4 Gedung B, Kompleks Perkantoran Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/7/2026).



Dalam agenda tersebut, Jeje melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama, 56 pejabat administrator, dan 60 pejabat fungsional. Dari 60 pejabat fungsional itu, terdiri atas 25 tenaga kesehatan, dua guru, dan 33 tenaga teknis.

Selain pelantikan pejabat, Pemkab Bandung Barat juga memberikan penugasan kepada 112 guru untuk mengisi posisi kepala sekolah. Penugasan tersebut dilakukan terhadap guru yang telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Jeje mengatakan seluruh proses pengangkatan dan penugasan dilakukan berdasarkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Hari ini saya melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 2 pejabat pimpinan tinggi pratama, 56 pejabat administrator, dan 60 pejabat fungsional yang terdiri atas 25 tenaga kesehatan, 2 guru, serta 33 tenaga teknis. Selain itu, saya juga memberikan penugasan kepada 112 guru sebagai kepala sekolah," kata Jeje.

Menurut Jeje, pengisian jabatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Bandung Barat memperkuat kapasitas birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak memandang jabatan sebagai simbol kehormatan, melainkan sebagai ruang untuk mengabdi dan membuktikan kinerja.

"Jangan pernah memaknai jabatan sebagai simbol kehormatan. Jadikanlah jabatan sebagai ruang pengabdian dan ruang pembuktian untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi organisasi dan pelayanan publik," ujarnya.

Jeje menegaskan kepercayaan yang diberikan kepada setiap pejabat tidak diukur berdasarkan tinggi rendahnya jabatan, tetapi dari kemampuan menjalankan amanah dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Dia juga mengakui keputusan terkait pengangkatan, mutasi maupun promosi jabatan tidak selalu dapat memenuhi harapan seluruh pihak. Namun, dia memastikan setiap kebijakan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi, kebutuhan pelayanan publik, serta keberlangsungan pembangunan daerah.

Perkuat Sistem Merit

Ke depan, Jeje menyatakan Pemkab Bandung Barat akan terus memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen ASN secara konsisten, objektif, transparan, dan akuntabel.

Menurut dia, birokrasi harus memberikan ruang yang adil kepada setiap ASN untuk berkembang dan menunjukkan prestasi berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Sebagai pejabat pembina kepegawaian, Jeje menyebut dirinya memiliki kewenangan dalam menetapkan pengangkatan pejabat sekaligus tanggung jawab untuk memastikan amanah jabatan dijalankan secara optimal.

Selain kinerja dan integritas, Jeje juga menekankan pentingnya loyalitas ASN. Namun, loyalitas yang dimaksud bukan kepada individu, melainkan kepada negara, amanah jabatan, visi dan misi pembangunan daerah, serta kepentingan masyarakat.

"Loyalitas tidak diukur dari seberapa dekat saudara dengan pimpinan, tetapi dari keberanian untuk bekerja secara benar, menjaga integritas, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi," tegasnya.

Jeje juga memperingatkan tidak akan memberikan ruang bagi aparatur yang mengabaikan nilai-nilai dasar ASN, menyalahgunakan amanah jabatan, maupun menempatkan kepentingan pribadi atau kelompok di atas kepentingan organisasi dan publik.

Masih Ada 200 Formasi Kepala Sekolah Kosong

Sementara itu, Pemkab Bandung Barat masih menghadapi kekosongan sekitar 200 formasi kepala sekolah. Karena itu, penugasan guru sebagai kepala sekolah akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan calon yang telah memenuhi persyaratan

Pemkab Bandung Barat juga akan segera memulai tahapan pengisian enam jabatan pimpinan tinggi pratama dan 53 jabatan pengawas.

Pengisian jabatan tersebut diarahkan untuk memastikan posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah diisi aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi.

Jeje berharap langkah tersebut mampu memperkuat koordinasi, pembinaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan di setiap perangkat daerah sehingga berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Dia pun meminta seluruh ASN di Bandung Barat membangun birokrasi yang adaptif, profesional, kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada hasil.

"Masyarakat tidak menunggu alasan, melainkan menunggu hasil nyata dari kerja kita," katanya.

Jeje juga mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Menurutnya, pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh aparatur mampu bekerja sebagai satu tim dengan tujuan yang sama.

"Keberhasilan pembangunan daerah tidak ditentukan oleh keberhasilan satu orang ataupun satu perangkat daerah, tetapi oleh kemampuan kita bekerja sebagai satu tim yang saling menguatkan, saling melengkapi, dan memiliki tujuan yang sama," pungkasnya.


(Wawan Gunawan/Onotz)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال